FORMAKIP-KA UNIKARTA Tenggarong Wadahi Kreativitas Mahasiswa Lewat Ruang Ekspresi #1: Meramu Rasa
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Forum Mahasiswa KIP-Kuliah (FORMAKIP-KA) Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) Tenggarong sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ruang Ekspresi #1: Meramu Rasa” pada Sabtu (09/05) di Ruang Rapat Rektorat lantai 2.
Kegiatan ini menjadi wadah pelepasan “emosi” melalui media kanvas atau katarsis emosional bagi mahasiswa penerima beasiswa KIP-K. Ketua Panitia Pelaksana, Anggun Triwara Larasati atau akrab disapa Wara, menjelaskan bahwa fokus kegiatan bukan pada hasil estetika, melainkan proses “meramu rasa” sebagai bentuk pembersihan emosi.
“Kami menyediakan wadah kreatif bagi mahasiswa untuk berkarya tanpa tekanan estetika, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan mental melalui ekspresi seni,” ungkap Wara.
Kegiatan dilaksanakan secara internal dengan panitia berperan sebagai fasilitator alat, bahan, serta bimbingan teknis pencampuran warna. Peserta terdiri dari puluhan mahasiswa penerima KIP-K angkatan 2024 dan 2025 dari berbagai fakultas di lingkungan UNIKARTA, di antaranya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS), serta Fakultas Hukum.
Rangkaian acara dimulai dari pembukaan, sesi perkenalan, pengarahan pelepasan emosi melalui media kanvas, praktik melukis bersama, hingga pemaparan makna karya oleh masing-masing peserta. Wara menyebut kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian program serupa yang akan terus dikembangkan ke depan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah inovatif dalam menggabungkan manajemen diri dengan seni budaya. “Kami berupaya memberikan ruang bagi ekspresi yang jujur. Seni bukan hanya tentang galeri, tetapi tentang apa yang dirasakan oleh penciptanya. Harapannya pihak Universitas selalu memberikan dukungan positif pada kegiatan-kegiatan kami ke depannya,” tutup Wara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lingkungan kampus UNIKARTA dapat menjadi ruang pengembangan kreativitas non-formal sekaligus mendukung kesehatan mental mahasiswa.





