UNIKARTA Tenggarong Jadi Ruang Kolaborasi Komisi X DPR RI dan Ditjen Risbang, Bekali Mahasiswa Memanfaatkan AI untuk Riset dan Pembelajaran Berkualitas
TENGGARONG – Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) Tenggarong menjadi ruang kolaborasi Komisi X DPR RI dan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Workshop Bina Talenta, Sabtu (25/07), di Gedung Perkuliahan FEBIS lantai 2.
Kegiatan yang dibuka oleh Rektor UNIKARTA Tenggarong, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P., ini diikuti 150 mahasiswa dari berbagai program studi.
Mengangkat tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Penelitian dan Pembelajaran yang Berkualitas untuk Mahasiswa”, workshop ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat AI secara lebih dekat, bukan hanya sebagai teknologi yang mempermudah pekerjaan, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas belajar, penelitian, dan inovasi.
Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., mengajak mahasiswa membekali diri dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi digital, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan beradaptasi.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya yang bernilai dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembahasan semakin konkret melalui pemaparan Wakil Rektor II, Dr. H. Mubarak, S.Pd.I., M.Pd.I., Wakil Dekan I FISIPOL, Martain, S.Sos., M.A., serta praktisi AI Dedi Priansyah, S.E., M.Kom., Ct. AI.
Peserta diajak memahami penggunaan AI untuk menelusuri literatur, menemukan research gap, menyusun proposal, mengolah data, memperbaiki tulisan ilmiah, hingga membuat prompt yang tepat dan kontekstual.
Dipandu Mukmin, S.Pd.I., M.Pd., sesi diskusi berlangsung interaktif dengan membahas manfaat, risiko, serta batasan penggunaan AI di lingkungan akademik.
Mahasiswa diingatkan untuk tetap memverifikasi sumber, menjaga privasi data, menghindari plagiarisme, serta menempatkan AI sebagai mitra belajar dan riset, bukan pengganti nalar manusia.
Melalui kegiatan ini, UNIKARTA Tenggarong menegaskan komitmennya membangun budaya akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap menjunjung etika, orisinalitas, kreativitas, dan tanggung jawab ilmiah.










