Bekali Mahasiswa dengan Keterampilan Media, USB dan BEM FKIP UNIKARTA Tenggarong Kolaborasi dengan GEMA Kukar dan DMAX Project Gelar Kelas Dokumentasi
Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) Tenggarong kembali menunjukkan peran aktifnya dalam pengembangan kapasitas generasi muda.
Melalui kolaborasi UKM Seni dan Budaya (USB) bersama BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kegiatan Kelas Dokumentasi sukses diselenggarakan dengan menggandeng Generasi Muda Kutai Kartanegara (GEMA Kukar), DMAX Project, serta dukungan Anggota DPRD Kutai Kartanegara Akhmad Akbar Haka Saputra.
Kegiatan yang mengangkat tema “Mengabadikan Jejak Kegiatan Organisasi melalui Dokumentasi yang Profesional” ini dilaksanakan pada Minggu (08/03) di Ruang Rapat Rektorat UNIKARTA lantai 2.
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa lintas fakultas di UNIKARTA Tenggarong, hingga pemuda yang aktif dalam organisasi dan komunitas di Kutai Kartanegara.
Materi kelas dokumentasi disampaikan oleh BNSP Certified, M. Zidan Ardinata, mahasiswa Teknologi Pendidikan FKIP UNIKARTA Tenggarong yang juga tergabung dalam Tim Media DMAX Project.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa dokumentasi memiliki peran penting bagi keberlangsungan organisasi.
“Tanpa dokumentasi yang profesional, setiap kegiatan hanya akan menjadi kenangan sesaat. Dokumentasi berfungsi sebagai arsip digital yang membuktikan produktivitas organisasi kepada khalayak luas,” ujar Zidan.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menghadirkan sesi praktik langsung. Peserta dibekali teknik dasar dokumentasi menggunakan smartphone, mulai dari pengaturan exposure, penggunaan grid lines, hingga teknik focus lock agar gambar tetap tajam.
Peserta juga mempelajari proses editing foto serta desain publikasi menggunakan aplikasi Canva agar dokumentasi kegiatan dapat dikemas secara menarik untuk media sosial.
Ketua GEMA Kukar, Ihwan, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memberikan ruang bagi pemuda di Kutai Kartanegara untuk mengasah kemampuan di bidang kreatif.
“Kami ingin kelas-kelas kompetensi seperti ini terus dilaksanakan. Kita membutuhkan pemuda yang memiliki bekal kemampuan di berbagai bidang agar mampu menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas Ihwan.





