UNIKARTA Tenggarong Ambil Peran Dalam Penguatan Bilingual dan Kewirausahaan Siswa SMP Bilingual Miftahul Ulum Tenggarong
Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) Tenggarong mengambil peran dalam penguatan kualitas pendidikan melalui kerja sama dengan SMP Bilingual Miftahul Ulum Tenggarong.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak sekolah dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Pertanian (Faperta) UNIKARTA Tenggarong, yang dilaksanakan pada Senin (19/1/2026).
Dikutip dari beritaalternatif.com @beritaalternatif kolaborasi ini bertujuan mendukung implementasi program bilingual sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa berbasis pertanian dan pemanfaatan teknologi pendidikan.
Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) implementasi program bilingual yang menghadirkan Iswahyudi Rahman sebagai pemateri.
Melalui kerja sama FKIP UNIKARTA Tenggarong di bawah kepemimpinan Dekan FKIP Dr. H. Suid Saidi, M.Pd., keterlibatan difokuskan pada Program Studi Bahasa Inggris dan Teknologi Pendidikan.
Program Studi Bahasa Inggris diarahkan untuk memperkuat kemampuan komunikasi siswa, sementara Teknologi Pendidikan mendukung optimalisasi pembelajaran berbasis digital yang telah diterapkan di sekolah.
Sementara itu, Faperta UNIKARTA Tenggarong yang dipimpin oleh Dekan Sundari, S.P., M.P. berkontribusi dalam pengembangan kewirausahaan siswa melalui pendampingan budi daya tanaman.
Siswa SMP Bilingual Miftahul Ulum telah mengembangkan tanaman seperti bunga telang yang diproduksi dan dikemas secara mandiri, dan ke depan akan dikembangkan pada tanaman berbasis hidroponik.
Pendampingan tersebut mencakup seluruh tahapan pertanian, mulai dari pembibitan, perawatan tanaman, hingga proses produksi dan pemasaran, termasuk penguatan desain kemasan dan promosi digital.
Melalui sinergi ini, UNIKARTA Tenggarong berkontribusi dalam memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi siswa, baik dalam penguasaan bahasa Inggris maupun pengelolaan usaha pertanian bernilai ekonomis sebagai bekal daya saing sejak dini.



