Menghadapi Mosi Kompleks dan Waktu Case Building Singkat, UKM PUSMA Wakili UNIKARTA Tenggarong Tampil Gemilang hingga Raih Juara 2 pada FUAD Fair 2025
UKM Pusat Studi Akademik (PUSMA) UNIKARTA Tenggarong mengirim tiga tim debat untuk mengikuti FUAD Fair 2025 #EmpowerYouthForImpactfulFutureyang diselenggarakan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) pada Rabu (12/11/25).
Ketiga tim tersebut terdiri atas Tim 1 (Hanna Rani Farah Dibba, Audya Naya Abdhila, dan Dedi Sukma Wijaya), Tim 2 (Aulia Rahmah, Rina, dan Ardian Rio Pratama), serta Tim 3 (Indra Pebriansyah, Muhammad Ravi Irdi Abdillah, dan Muhammad Zaky Hashary).
Dari tiga tim yang berlaga, Tim 1 berhasil meraih Juara 2. Tim ini diperkuat oleh Dedi Sukma Wijaya @dedisukmawijayaa sebagai Pembicara Pertama, Audya Naya Abdhila @audyna1103 sebagai Pembicara Kedua, dan Hanna Rani Farah Dibba @hanna277 sebagai Pembicara Ketiga.
Kompetisi yang berlangsung di Gedung Serbaguna UINSI ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Timur, termasuk UINSI, UNIKARTA Tenggarong, Universitas Mulawarman, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Politeknik Negeri Samarinda, dan Universitas Widyagama.
Tim UNIKARTA Tenggarong melaju ke babak final setelah melalui penyisihan yang kompetitif. Pada penyisihan, mereka meraih skor tertinggi melalui mosi “Pendidikan digital di sekolah harus lebih menekankan etika bermedia daripada keterampilan teknologi.”
Pada babak final, tim dihadapkan pada mosi “Platform digital wajib bertanggung jawab terhadap degradasi moral publik yang muncul dari algoritma komersial milik mereka.” Tim menyebut keberhasilan ini tak lepas dari persiapan intensif selama dua minggu, termasuk analisis mosi serta penyusunan argumen yang sistematis.
Tantangan utama yang dihadapi adalah waktu case building yang hanya 15–20 menit untuk menyiapkan argumen atas mosi baru. Titik balik terjadi ketika Pembicara Ketiga mampu merespons interupsi lawan secara kritis dan logis sehingga memperkuat posisi tim.
Prestasi ini semakin menguatkan citra anggota UKM PUSMA dalam bidang penalaran dan debat. Selama persiapan, tim mendapat pendampingan dari Rangga Bahtiar selaku pelatih dari UKM PUSMA, serta dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara.



