Rektor UNIKARTA Tenggarong Jadi Narasumber Workshop Sistem Pangan Cerdas Kolaborasi DPR RI dan BRIN
Isu kehilangan dan pemborosan pangan (food loss dan food waste) menjadi perhatian dalam Workshop Sistem Pangan Cerdas: Solusi Mengatasi Food Loss and Food Waste yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Sabtu (27/6).
Kegiatan yang difasilitasi Ketua Komisi X DPR RI Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini turut menggandeng Program Studi Agribisnis Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) Tenggarong. Ibu Hetifah dalam kesempatan kali ini mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Salah satu narasumber, Rektor UNIKARTA Tenggarong, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P., mengajak masyarakat mulai melihat sisa makanan bukan sekadar sampah, tetapi persoalan yang berdampak pada ketahanan pangan dan lingkungan.
Ia memaparkan data komposisi sampah di Kalimantan Timur tahun 2025 yang menunjukkan sisa makanan masih menjadi penyumbang terbesar timbulan sampah rumah tangga. Meski demikian, Kutai Kartanegara mencatat proporsi sisa makanan sebesar 34,58 persen, terendah dibandingkan kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur.
“Persoalannya bukan hanya berapa banyak makanan yang dibuang, tetapi bagaimana kita membangun kesadaran untuk merencanakan, mengolah, dan mengonsumsi pangan secara lebih bijaksana,” ujarnya.
Sementara itu, Peneliti Senior BRIN Dr. Teguh Wahyono menjelaskan bahwa food loss terjadi sejak proses produksi hingga distribusi, sedangkan food waste muncul di tingkat konsumsi.
Menurutnya, keduanya harus ditekan melalui sistem pangan cerdas yang mengintegrasikan produksi, distribusi, dan konsumsi secara lebih efisien.
Menutup workshop, Ibu Hetifah mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem pangan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
Menurutnya, upaya tersebut perlu diwujudkan melalui empat langkah strategis, yakni mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya, menerapkan prinsip ekonomi sirkular, memperluas pemanfaatan teknologi dan inovasi, serta meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.







