UNIKARTA Tenggarong Menjadi Tuan Rumah MISELT 3 2026, Bahas Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Universitas Kutai Kartanegara (UNIKARTA) Tenggarong menjadi tuan rumah “The 3rd Mahakam International Seminar in ELT (MISELT)” yang digelar secara hibrid pada Kamis (7/5). Seminar internasional ini mengangkat tema “Artificial Intelligence and Digital Pedagogies in Multicultural English Language Teaching”. Seminar diikuti 184 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan guru bahasa Inggris.
Kegiatan diinisiasi oleh The Association of Teaching English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) bersama lima perguruan tinggi lainnya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, yakni Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Universitas Mulawarman (Unmul), Universitas Borneo Tarakan, Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM), dan Universitas Islam Negeri Samarinda (UINSI).
Seminar MISELT 3 2026 diikuti sebanyak 312 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, guru Bahasa Inggris, serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Ketua panitia, Fitria Meisarah, menyampaikan bahwa MISELT menjadi wadah kolaborasi akademik antar universitas di Kaltimtara, khususnya dalam membahas perkembangan AI dan pedagogi digital pada pembelajaran bahasa Inggris secara multikultural.
Rektor UNIKARTA Tenggarong, Ince Raden, mengaku bangga karena kampus UNIKARTA Tenggarong dipercaya menjadi tuan rumah MISELT ketiga. Menurutnya, seminar ini menjadi kesempatan penting untuk berbagi ilmu dan memperkuat pengembangan pendidikan bahasa Inggris.
“Diskusi dalam seminar ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan secara nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden TEFLIN, Utami Widiati, menilai penggunaan AI dalam pedagogi digital semakin relevan untuk menjembatani tantangan pembelajaran multikultural.
Pada sesi utama, Donne Jone “DJ” Panizales Sodusta dari University of the Philippines Visayas selaku pembicara utama membahas fenomena penggunaan AI oleh siswa dalam pembelajaran. Ia menilai AI seharusnya digunakan sebagai alat bantu untuk memeriksa dan memperbaiki karya, bukan menggantikan proses berpikir siswa.
Menurut DJ, peran guru tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi. Karena itu, menurutnya, hubungan tersebut harus diubah menjadi assistantship, di mana AI berfungsi sebagai rekan kerja, bukan sepenuhnya memberikan pekerjaan ke AI. Selain seminar utama, kegiatan juga menghadirkan sesi breakout room untuk presentasi peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Melalui penyelenggaraan MISELT 2026, UNIKARTA Tenggarong menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan dan kolaborasi akademik internasional, sekaligus mendorong inovasi pembelajaran bahasa Inggris yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.




